Kala sepi, diri sendiri. Terdiam dalam kelam. Hati sugul. Irama longlai. Diri tidak bisa menghayunkan lenggok girang. Tiada senyum mampu diukir.
Kala sepi, diri sendiri. Melayan hati.
Kala sepi, diri sendiri. Merenung lesu.
Kala sepi, diri sendiri. Melayan diri.
Kala sepi, diri sendiri. Merenung mentari.
Wednesday, March 19, 2008
Tuesday, March 18, 2008
Akukah Pencintamu...?
Merenung bulan dari kejauhan. Mengharapkan ada sinar mata yang dapatku renung. Ada wajah yang inginku tatap. Mengharap dia mendengar tiap bait kalimah yang terhembus pada bayu cuba menyapa naluri kekasih hati. Namun, andai dia mengetahuinya...
Dari lubuk hati yang paling dalam...bergema nama itu. Nama yang telah terpahat dalam kalbu, berdiri atas dasar cinta. Namun, andai dia merasainya...
Bulan terus bercahaya...
Pada angin yang bertiup. Sampaikanlah rasa hati. Jeritan jiwa, yang melaungkan namanya. NAMUN, ADAKAH DIA MENDENGARNYA...
Thursday, March 13, 2008
CINTA YANG DICINTAI
Terkadang naluri manusia selalu mengangankan apa yang terlintas pada nafsu hati mereka. Tanpa memikirkan apa yang akal harus timbangkan dalam keadaan waras yang terbatas. Lantaran atas nama cinta, ada pengorbanan yang dituntut dalam hubungan. Apakah dengan lafaz suci CINTA kita harus menggadaikan segala kehormatan dalam diri untuk melunaskan kesimpulan ikatan dalam perhubungan.
Bagi yang kabur akan arah tuju dalam hidup. Bagi yang tak jelas kemana arah langkah hala kaki. Bagi yang kelam mata hati. Pengorbanan cinta dianggap suatu yang mampu terzahir dengan mengandaikan ada pengakhiran kebahgiaan yang dijanjikan.
Mereka lupa...ada takdir yang telah tersirat dalam hubungan yang belum tentu dilakarkan bagi membuka setiap helai coretan hidup kehidupan dikemudian hari.
Mereka alpa...setiap kata yang terlafaz mungkin hanya kata janji yang didodoikan buat lena meneman khayalan mimpi indah...belum tentu ada kenyataan yang termuncul kala mata terbuka kembali bila sedar.
Bersandarkan dosa...mereka hanyut. Bersandarkan nafsu...mereka leka
Terus hanyut, atas nama CINTA
Bagi yang kabur akan arah tuju dalam hidup. Bagi yang tak jelas kemana arah langkah hala kaki. Bagi yang kelam mata hati. Pengorbanan cinta dianggap suatu yang mampu terzahir dengan mengandaikan ada pengakhiran kebahgiaan yang dijanjikan.
Mereka lupa...ada takdir yang telah tersirat dalam hubungan yang belum tentu dilakarkan bagi membuka setiap helai coretan hidup kehidupan dikemudian hari.
Mereka alpa...setiap kata yang terlafaz mungkin hanya kata janji yang didodoikan buat lena meneman khayalan mimpi indah...belum tentu ada kenyataan yang termuncul kala mata terbuka kembali bila sedar.
Bersandarkan dosa...mereka hanyut. Bersandarkan nafsu...mereka leka
Terus hanyut, atas nama CINTA
Wednesday, March 12, 2008
Awal Kalam Pemula Coretan
Andai ada yang membaca...
Apa jua yang tertulis di sini hanyalah coretan hati. Hanya melontarkan kata-kata hati yang terlintas difikiran.
Andai ada yang merenung...
Fikirkanlah, setiap bait yang ku coret hanya untuk menghemburkan setiap nafas keluhan rasa atas apa yang terlintas dibenak.
Andai ada yang terguris...
Kata maafku pohon...kerana aku hanya menggunakan pena untuk menyampaikan rasa...
Apa jua yang tertulis di sini hanyalah coretan hati. Hanya melontarkan kata-kata hati yang terlintas difikiran.
Andai ada yang merenung...
Fikirkanlah, setiap bait yang ku coret hanya untuk menghemburkan setiap nafas keluhan rasa atas apa yang terlintas dibenak.
Andai ada yang terguris...
Kata maafku pohon...kerana aku hanya menggunakan pena untuk menyampaikan rasa...
Subscribe to:
Comments (Atom)