Terkadang naluri manusia selalu mengangankan apa yang terlintas pada nafsu hati mereka. Tanpa memikirkan apa yang akal harus timbangkan dalam keadaan waras yang terbatas. Lantaran atas nama cinta, ada pengorbanan yang dituntut dalam hubungan. Apakah dengan lafaz suci CINTA kita harus menggadaikan segala kehormatan dalam diri untuk melunaskan kesimpulan ikatan dalam perhubungan.
Bagi yang kabur akan arah tuju dalam hidup. Bagi yang tak jelas kemana arah langkah hala kaki. Bagi yang kelam mata hati. Pengorbanan cinta dianggap suatu yang mampu terzahir dengan mengandaikan ada pengakhiran kebahgiaan yang dijanjikan.
Mereka lupa...ada takdir yang telah tersirat dalam hubungan yang belum tentu dilakarkan bagi membuka setiap helai coretan hidup kehidupan dikemudian hari.
Mereka alpa...setiap kata yang terlafaz mungkin hanya kata janji yang didodoikan buat lena meneman khayalan mimpi indah...belum tentu ada kenyataan yang termuncul kala mata terbuka kembali bila sedar.
Bersandarkan dosa...mereka hanyut. Bersandarkan nafsu...mereka leka
Terus hanyut, atas nama CINTA
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment